Waktu

CALL CENTER 1500-280 SMS 0811 1500 280

Sukses Karena Mengikuti SOP dari Franchisor

“Para perencana keuangan berpendapat, produktitas finansial ketika sudah memasuki usia pensiun bisa dijalankan dengan menjalankan bisnis atau berwiraswasta. Nah, menimbang kondisi fisik yang semakin menua, maka disarankan agar kriteria pertama dalam memilih jenis usaha yang dijalankan saat pensiun adalah usaha yang tidak terlalu menguras energi dan menuntut mobilitas tinggi,” ujar Hargiyanto.

Karena itu Hargiyanto memutuskan untuk membeli bisnis franchise Indomaret pada 2009 silam. Awalnya ia tertarik lantaran teman dekatnya sudah bergabung terlebih dahulu, hal ini tentu saja mempengaruhi Hargiyanto untuk menjadi franchisee Indomaret.

“Awalnya saya mencoba berinvestasi di rumah kos, saya pikir mudah tidak repot, tapi ternyata cukup repot dan memakan waktu, pikiran, dan tenaga. Padahal investasi yang saya cari adalah investasi yang tidak merepotkan. Akhirnya ketika saya diskusi dengan teman saya yang sudah menjadi franchisee Indomaret, saya sangat tertarik, akhirnya saya gabung,” ujar Hargiyanto.

Menurutnya, menjalankan bisnis Indomaret tingkat resikonya sangat rendah dan tidak repot secara operasional toko, administrasi, perpajakan, dan perijinan, karena tim operasional Indomaret sudah berpengalaman dan profesional. Apalagi Ia menjalankan bisnis Indomaret yang diperoleh dengan sistem Take Over sehingga langsung menjalani bisnis tidak membangun dari nol (renovasi atau membangun bangunan dsb - red). Sistem ini ia pilih karena mencari posisi yang paling aman menurutnya.

Sejak pertama beroperasi, bisnisnya langsung mendapat respon pasar yang bagus, dan profitnya sangat baik. Ia mengatakan, dalam mengelola franchise jauh lebih ringan. Contohnya, ia memperkerjakan 1 staff adminstrasi untuk membantu mengecek performance gerai, karena secara jumlah gerai sudah cukup untuk membiayai staf nya. Ia pun juga sudah membuat laporan dalam bentuk excel, dimana staff-nya tinggal meng-input laporan keuangan toko.

Dari situ menurutnya akan muncul poin-poin mana yang perlu ditanyakan ke pihak franchisor. “Saya cukup mengontrol secara garis besar. Yang lebih berat dibanding masa-masa awal franchise adalah biaya yang naik terus di toko,” jelas pria lulusan S1 Teknik Sipil, Universitas Atmajaya Yogyakarta ini.

Jika ditanya mengenai apa tantangan menjalankan bisnis ini, Hargiyanto pun menjawab, kalau di indomaret menurut dia tantangan dan kendala secara umum masih bisa dibilang tidak berat. “Ada 2 titik yang berat. Tahun 2013 saat UMR naik 48%, sehingga toko menjadi turun perfomanya. Dan saat pemberlakuan PPh Final 1% omzet untuk perusahaan dengan omzet di bawah 4,8M,” katanya.


“Franchise Indomaret adalah perusahaan yang laporan keuangannya sudah sistematis, jelas dan terbuka, sehingga tidak bisa menipu pajak. Oleh karena itu franchise Indomaret sebagaimana bisnis toko retail lain bersifat omzet besar, profit kecil tapi stabil,” ungkapnya.

Lantas apa kunci sukses yang ia pegang teguh selama ini? “Bekerja sama dengan pihak franchisor, tidak boleh maunya menang sendiri. Ada kalanya kita juga harus mengalah, mengerti kondisi franchisor. Misal gerai perfoma tidak bagus, padahal franchisor sudah berusaha yang terbaik, ya kita harus terima kondisi,” terang Hargiyanto.

Jerih payahnya selama 7 tahun mengelola bisnis ini pun terbayarkan. Saat ini ia mengelola di perusahaan sales dan non sales terbaik di Indonesia tanpa harus menyita waktu untuk mengurus operasional di Indomaret. Karena usaha tersebut sudah dijalankan sepenuhnya secara sistem profesional oleh Indomaret.

“Keinginan saya kedepan ingin menambah gerai baru, dan membagikan pengalaman mengelola franchise ke teman-teman, saudara-saudara, dan siapapun. Karena kesuksesan bisnis ini mereka pun yang memberikan semangat maupun masukan,” tutup Hargiyanto.

Sumber: Majalah FRANCHISE – Agustus 2016
Penulis: Alvin Pratama

 

Facebook Twitter Google Digg Reddit LinkedIn Pinterest StumbleUpon Email

Copyrights © 2014 - 2019 Indomaret. All Rights Reserved

PT. Indomarco Prismatama


Kantor Pusat:
Jl. Terusan Angkasa B2
Kav-1. Gunung Sahari,
Kemayoran.
Jakarta 10610
Telp. (021) 29559100