Waktu

CALL CENTER 1500-580 SMS 0816500580

Aneka Gorengan

Pada tahun 2003, saat pertama kali menginjakkan kakinya di kota Jakarta, adalah tahun yang paling sulit dirasakan Khaerudin pria kelahiran Cirebon, 15 Maret ini. Dengan berbekal tekad untuk menafkahi isteri dan anaknya, bapak berputra satu ini, mencoba berjualan gorengan keliling di wilayah Ujung Aspal Pondok Gede dan sekitarnya. "Saya tidak mau terus menerus berdagang keliling seperti ini, saya punya impian untuk bisa mempunyai usaha sendiri", kenang Khaerudin saat itu.

Dengan berbekal impian ini Udin, panggilan akrabnya, terus berusaha mempelajari bagaimana cara membuat bumbu gorengan yang enak yang dipelajari langsung dari bossnya, saat itu Udin masih mengambil gorengan untuk dijual. Serta pengamatan yang mendalam dan juga menanyakan pendapat langganannya apakah sudah sesuai bumbu yang diraciknya. Setelah dirasa cukup ilmu racikan bumbu yang didapat dan juga pendapat dari para langganannya, Udin mulai membuat gerobak gorengan sendiri. Mulailah Udin berjualan gorengan di pinggir toko Indomaret Ujung Aspal. "Ada jalan dari Allah SWT pada saat itu, seorang karyawan Indomaret, khusus menangani tenant, menghampiri saya dan menawarkan untuk berdagang di Indomaret Ujung Aspal.

Dan ini merupakan anugrah bagi saya di saat berpikir untuk punya usaha sendiri dan tidak keliling lagi, Allah SWT memberikan jalan melalui Indomaret". Kemudian saya diminta untuk datang ke kantor cabang Indomaret di Cimanggis untuk mengurus administrasi sebagai Calon Mitra UMKM Indomaret", Udin memulai cerita mengenai awal perkenalan dengan divisi Kemitraan UMKM Indomaret.

pict-khaerudin-anekagorenga
Pada Maret 2003, Udin bergabung sebagai Mitra UMKM Indomaret. "Saya mulai usaha sendiri di Indomaret Ujung Aspal, hari demi hari saya lalui. Alhamdullilah perharinya rata-rata saya memperoleh hasil penjualan Rp.400.000. Dari hasil penjualan itu saya kumpulkan sedikit demi sedikit dan berencana untuk membuka cabang baru lagi. Saya pun menanyakan kepada Spv Mitra UMKm Indomaret apakah boleh saya membuka cabang baru lagi di Indomaret lain dan ternyata pengajuan saya di sambut dengan baik oleh pihak Indomaret dan saya pun diberikan alternatif Indomaret lain yang bisa saya sewa.

Dan saya pun membuka cabang ke dua ,dan terus membuka cabang lagi di Indomaret yang lain setiap selang waktu satu bulan hingga saat ini (tahun 2010), saya sudah mempunyai 25 unit yang tersebar di Jabodetabek di Indomaret. "Dari 25 unit yang tersebar ini, saya sudah memiliki 45 karyawan, yang terdiri dari karyawan penjaga gerobak, pengiriman bahan baku dan peracik bumbu. Mereka, para karyawan, saya gaji tiap bulannya dan juga ada uang makan per harinya. Mengenai bahan baku yang dibutuhkan, ada supplier yang mengantar ke rumah saya setiap harinya. Setiap hari pada penjaga gerobak menyetor hasil penjualan kepada saya setiap harinya, rata-rata kisaran Rp 300.000 - 400.000.

Selain gerobak gorengan milik saya pribadi, saya juga menawarkan kepada masyarakat yang ingin memilki usaha serupa, yaitu dengan system sewa gerobak dan pembelian bahan baku di saya. Untuk sewa gerobaknya Rp 600.000 per bulan dan bahan bakunya dibeli kepada saya sesuai dengan permintaan. Dengan demikian, saya membuka kesempatan untuk investasi di bidang gorengan ini", katanya lagi. "Kemudian seiring perkembangan Indomaret yang selalu mengedepankan kebersihan dan kerapihan, saya diberi masukan agar penampilan gerobak saya yang dari kayu agar diubah menjadi gerobak berbahan alumunium dengan tujuan agar tampak lebih bersih dan tidak cepat kusam dan dari segi ukuran agar lebih diperkecil. Dan saya pun mengikuti apa yang di minta oleh pihak Indomaret, maka saat ini semua gerobak saya sudah menggunakan alumunium semua", tambah Udin. "Dan setelah sekian lama saya bergabung menjadi Mitra UMKM Indomaret, banyak perubahan yang terjadi dalam hidup saya. Misalnya saya bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain, dari omset saya setiap bulan rata rata Rp 300 juta bisa saya kantongi. Saya bisa membeli tempat tinggal walaupun seadanya dan kendaraan roda empat (mobil).

Saya hanya mempunyai keinginan untuk pihak Indomaret agar selalu memperhatikan kami ini sebagai UMKM agar bisa ikut berkembang pesat seperti Indomaret. Tentunya masih banyak lagi para UMKM yang ingin bergabung dengan Indomaret tetapi belum tahu caranya. Dan tentunya dengan mengikuti peraturan ataupun persyaratan yang Indomaret tentukan", imbuh Udin mengakhiri ceritanya.

Facebook Twitter Google Digg Reddit LinkedIn Pinterest StumbleUpon Email

Copyrights © 2014 - 2017 Indomaret. All Rights Reserved

PT. Indomarco Prismatama


Kantor Pusat:
Jl. Terusan Angkasa B2
Kav-1. Gunung Sahari,
Kemayoran.
Jakarta 10610
Telp. (021) 29559100