<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Indomaret - Mudah &#38; Hemat &#187; Waralaba</title>
	<atom:link href="http://indomaret.co.id/category/waralaba/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indomaret.co.id</link>
	<description>Indomaret merupakan jaringan minimarket yang menyediakan kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari dengan luas penjualan kurang dari 200 M2. Dikelola oleh PT Indomarco Prismatama, cikal bakal pembukaan Indomaret di Kalimantan dan toko pertama dibuka di Ancol, Jakarta Utara.  Indomaret mudah ditemukan di daerah perumahan, gedung perkantoran dan fasilitas umum karena penempatan lokasi gerai didasarkan pada motto - mudah dan hemat.</description>
	<pubDate>Fri, 18 May 2012 01:35:07 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sekali Dayung, 3 Indomaret terlampaui</title>
		<link>http://indomaret.co.id/2011/02/02/asriyani-sudar-sekali-dayung-3-indomaret-terlampaui/</link>
		<comments>http://indomaret.co.id/2011/02/02/asriyani-sudar-sekali-dayung-3-indomaret-terlampaui/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Feb 2011 02:12:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dede</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Testimoni Terwaralaba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indomaret.co.id/?p=3672</guid>
		<description><![CDATA[Barangkali itu ungkapan yang tepat menggambarkan sosok Asriyani Sudar (49). Selain berprofesi sebagai karyawati di BUMN, Ibu tiga anak yang awalnya tidak pernah berbisnis berhasil mengembangkan ke-3 gerai Indomaret.
Berawal dari keinginan kuat berinvestasi tetapi menguntungkan, Asriyani Sudar menjatuhkan pilihan investasi pada Indomaret. Selama sebelas tahun bekerja sama banyak suka duka yang dialami oleh Asriyani. Tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span id="more-3672"></span>Barangkali itu ungkapan yang tepat menggambarkan sosok Asriyani Sudar (49). Selain berprofesi sebagai karyawati di BUMN, Ibu tiga anak yang awalnya tidak pernah berbisnis berhasil mengembangkan ke-3 gerai Indomaret.</p>
<p>Berawal dari keinginan kuat berinvestasi tetapi menguntungkan, Asriyani Sudar menjatuhkan pilihan investasi pada Indomaret. Selama sebelas tahun bekerja sama banyak suka duka yang dialami oleh Asriyani. Tidak hanya keuntungan, kerja sama dengan Indomaret adalah pengalaman yang sangat berharga. “Saya jadi banyak relasi, banyak diajari dan belajar dari relasi Indomaret yang memberi masukan dan arahan sehingga toko saya berkembang” ujar Asriyani.</p>
<p><center><img class="aligncenter size-full wp-image-3708" title="pict-asriyani" src="http://indomaret.co.id/wp-content/uploads/2011/02/pict-asriyani.jpg" alt="pict-asriyani" width="500" height="375" /></center></p>
<p>Ke-3 gerai Indomaret yang dimilikinya (Cisoka, Cempaka Sari dan Sirkuit Sentul) kini sudah balik modal, meskipun salah satu di antara tokonya kadang kala omsetnya turun. Namun hal ini sudah disadari sebagai bagian dari risiko bisnis, secara keseluruhan dia merasa puas dengan usaha investasi di Indomaret.</p>
<p>Di tengah persaingan bisnis ritel yang ketat, Asriyani optimis Indomaret tetap menjadi pionir waralaba minimarket di Indonesia, didukung dengan kinerja dan pelayanan yang baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indomaret.co.id/2011/02/02/asriyani-sudar-sekali-dayung-3-indomaret-terlampaui/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nasri : Tersenyum Bersama Indomaret</title>
		<link>http://indomaret.co.id/2010/12/02/nasri-tersenyum-bersama-indomaret/</link>
		<comments>http://indomaret.co.id/2010/12/02/nasri-tersenyum-bersama-indomaret/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Dec 2010 03:45:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dede</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Testimoni Terwaralaba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indomaret.co.id/?p=3269</guid>
		<description><![CDATA[Menyadari kebutuhan masyarakat akan sebuah pasar modern yang semakin meningkat, membuat Nasri mengambil kesempatan bergabung bersama franchise Indomaret. Setelah empat tahun berlalu, ternyata keputusannya sangat tepat karena Nasri berhasil mengembalikan modal investasinya hingga mampu tersenyum lega bersama Indomaret.

“Berkat keberhasilan mengelola manajemen sumber daya manusia, hingga manajemen keuangan yang mampu eksis hingga saat ini, membuat kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span id="more-3269"></span>Menyadari kebutuhan masyarakat akan sebuah pasar modern yang semakin meningkat, membuat Nasri mengambil kesempatan bergabung bersama franchise Indomaret. Setelah empat tahun berlalu, ternyata keputusannya sangat tepat karena Nasri berhasil mengembalikan modal investasinya hingga mampu tersenyum lega bersama Indomaret.</p>
<p><center><img class="aligncenter size-full wp-image-1746" title="pict-nasri1" src="http://indomaret.co.id/wp-content/uploads/2010/03/pict-nasri1.jpg" alt="pict-nasri1" width="450" height="300" /></center></p>
<p>“Berkat keberhasilan mengelola manajemen sumber daya manusia, hingga manajemen keuangan yang mampu eksis hingga saat ini, membuat kita memilih Indomaret. Siapa sih yang tidak ingin untung, justru kita mendapatkan senyum sampai hati ini karena keberhasilan Indomaret,” ujar Nasri. Sebagai franchiser, dirinya terbilang sukses memiliki gerai Indomaret di bilangan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.</p>
<p>Ditunjang lokasi yang strategis serta ketekunan mengelola bisnisnya, Nasri berhasil mengembalikan modal investasi yang telah ditanamkan pada bulan Juni 2006,”Alhamdulillah investasikan yang kita tanamkan sudah kembali, saat ini tinggal meraih keuntungannya,” ucapnya. Keberadaan gerai Indomaretnya yang berada di depan stasiun kereta api serta halte bus, sangat menguntungkan bagi pelanggan untuk berbelanja di tempat ini.</p>
<p><center><img class="aligncenter size-full wp-image-1746" title="pict-nasri2" src="http://indomaret.co.id/wp-content/uploads/2010/03/pict-nasri2.jpg" alt="pict-nasri2" width="450" height="355" /></center></p>
<p>Rupanya keberhasilan tidak saja didukung letaknya saja, namun juga peran sertanya franchiser dalam program pengembangannya,tidak semata-mata hanya mempercayakan kepada pihak franchise.”Sebagai Franchiser kita juga punya kewajiban dalam memantau perkembangan toko itu sendiri, tidak boleh lepas tangan begitu saja, karena kita adalah mitra,”katanya menjelaskan. Apalagi pihak Indomaret memiliki program promosi yang sangat gencar demi perkembangannya.<br />
 <br />
<strong>Bertahan Berkat Inovasi</strong></p>
<p>Hal ini dibenarkan oleh Laurensius Tirta Widjaja, selaku Marketing Director PT Indomarco Prismatama, Ia mengatakan, sebagai mitra kita juga membutuhkan franchiser yang juga mempunyai jiwa wirausaha. Indomaret sebagai jaringan minimarket dibawah pengelolaan PT. Indomarco Prismatama, yang berdiri pada tahun 1988 adalah pionir di kelas minimarket. Hingga September 2010 gerainya bertumbuh mencapai 4.626 buah. Prestasinya telah dikukuhkan dengan diterimanya penghargaan dari Presiden Megawati Soekarno Putri tahun 2003 sebagai “Perusahaan Waralaba yang Unggul“.</p>
<p>Untuk bisnis sistim franchise kita baru mulai sembilan tahun kemudian. Tepatnya pada 1997. Kenapa cukup lama, karena memang pada tahun itu baru terdapat regulasi mengenai franchise. Serta kita juga harus meyakinkan bahwa bisnis ini bisa berkembang maju. dari situlah cukup waktu bagi kita, untuk memastikan bahwa bisnis ini bisa dijadikan salah satu pilihan bagi masyarakat untuk bergabung bersama-sama dengan kita,”jelas Laurensius.</p>
<p>Sebagai pemain lama di bidang retail modern, Indomaret terbukti mampu bertahan hingga kini lewat inovasi yang dilakukannya.” Inovasi, terobosan maupun pengembangan akan terus kita lakukan, sementara ini kita telah mengeluarkan suatu alat pembayaran yaitu Indomaret Card. Kami akan terus berinovasi hingga mereka merasa Indomaret menjadi one stop shopping,”ungkapnya. Jika anda tertarik bergabung dengan bisnis waralaba ini dapat mengakses indomaret.co.id. (<em>Teks:Anto/Foto:Rizki/Majalah Elshinta)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indomaret.co.id/2010/12/02/nasri-tersenyum-bersama-indomaret/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Indomaret akan tambah 50 gerai di Sumut</title>
		<link>http://indomaret.co.id/2010/07/27/indomaret-akan-tambah-50-gerai-di-sumut/</link>
		<comments>http://indomaret.co.id/2010/07/27/indomaret-akan-tambah-50-gerai-di-sumut/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 03:40:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dede</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Waralaba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indomaret.co.id/?p=2477</guid>
		<description><![CDATA[PT Indomarco Prismatama, pengelola Indomaret, akan menambah 50 gerai di Sumatra Utara, sehingga jumlah yang beroperasi di Sumut ini hingga akhir 2010 akan mencapai 180 unit.
Bintang H. Harianja, Location Manajer PT Indomarco Prismatama, menegaskan sampai Juni tahun ini total outlet Indomaret yang sudah beroperasi di Sumut ada 130 buah.
&#8220;Semester II tahun ini kami menambah 50 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PT Indomarco Prismatama, pengelola Indomaret, akan menambah 50 gerai di Sumatra Utara, sehingga jumlah yang beroperasi di Sumut ini hingga akhir 2010 akan mencapai 180 unit.<span id="more-2477"></span></p>
<p>Bintang H. Harianja, Location Manajer PT Indomarco Prismatama, menegaskan sampai Juni tahun ini total outlet Indomaret yang sudah beroperasi di Sumut ada 130 buah.</p>
<p>&#8220;Semester II tahun ini kami menambah 50 unit lagi dengan mengincar lima lokasi di Pematang Siantar dan 45 unit di Kota Medan,&#8221; ujarnya kepada Bisnis di Medan, hari ini.</p>
<p>Menurut dia, pengembangan outlet Indomaret di Medan dan kota-kota kabupaten di Sumut bukan untukmematikan pedagang kelontong melainkan justru menjadikannya sebagai mitra strategis dengan menawarkan sistem waralaba.</p>
<p>Dia menegaskan sejak hadir dua tahun lalu di Medan, awalnya Indomaret belum begitu dikenal orang, sehingga kondisinya kurang menguntungkan. Akan tetapi, jelasnya, dalam setahun terakhir outlet Indomaret sudah menjadi alternatif tempat berbelanja bagi warga Medan, selain mal dan pusat perkulakan moden seperti Lotte Mart, Hypermart, dan Carrefour.</p>
<p>Indomaret, kata dia, ingin membantu konsumen memperoleh tempat belanja strategis dan memuaskan dengan harga yang terjangkau. &#8220;Kami hanya mengambil ongkos yang semestinya dikeluarkan konsumen belanja ke pusat pasar modern. Kami siap mengantarkan barang yang dibeli masyarakat ke rumah tanpa menambah harga,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, lanjutnya, PT Indomarco Prismatama memberikan kesempatan kepada masyarakat menata toko kelontongnya yang selama ini terkesan kumuh dan asal-asalan dengan konsep toko modern. &#8220;Kami menerima dengan tangan terbuka sistem waralaba,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, B. Surbakti, pengusaha Mini Market Royal di Jl Jamin Ginting Medan, terpaksa mengubah tokonya menjadi Indomaret karena selama ini kurang dilirik konsumen.</p>
<p>&#8220;Setelah mini market diubah menjadi Indomaret, penjualan meningkat sekitar 20% dibandingkan dengan ketika menjadi mini market biasa,&#8221; tuturnya. <em>(Master Sihotang, Bisnis Indonesia)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indomaret.co.id/2010/07/27/indomaret-akan-tambah-50-gerai-di-sumut/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Indomaret galakkan sistem waralaba</title>
		<link>http://indomaret.co.id/2010/07/27/indomaret-galakkan-sistem-waralaba/</link>
		<comments>http://indomaret.co.id/2010/07/27/indomaret-galakkan-sistem-waralaba/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 02:49:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dede</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Waralaba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indomaret.co.id/?p=2467</guid>
		<description><![CDATA[PT Indomarco Prismatama pengelola gerai ritel Indomaret mulai  mendorong mitranya di Sumatra Utara untuk menerapkan sistem waralaba. Bintang H. Harianja, Location Manajer PT Indomarco Prismatama, menegaskan sampai Juni tahun ini total oulet Indomaret yang sudah beroperasi di Sumut mencapai 130 toko.
&#8220;Sebelumnya, kami masih menggembangkan outlet sendiri selama dua tahun. Akan tetapi, memasuki tahun ketiga kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PT Indomarco Prismatama pengelola gerai ritel Indomaret mulai  mendorong mitranya di Sumatra Utara untuk menerapkan sistem waralaba. Bintang H. Harianja, Location Manajer PT Indomarco Prismatama, menegaskan sampai Juni tahun ini total oulet Indomaret yang sudah beroperasi di Sumut mencapai 130 toko.<span id="more-2467"></span></p>
<p>&#8220;Sebelumnya, kami masih menggembangkan outlet sendiri selama dua tahun. Akan tetapi, memasuki tahun ketiga kami mendorong masyarakat melakukan investasi untuk mengembangkan sistem waralaba,&#8221; ujarnya kepada Bisnis di Medan hari ini.</p>
<p>Menurut dia, sistem yang ditawarkan kepada pemodal di Medan adalah menyediakan tempat strategis di daerah dan di kota Medan. Kedua, lanjut dia, tempat dan produk disediakan para investor dengan omset tertentu tidak dikenai fee. “Kalau omset yang diperleh belum sesuai ketentuan dalam perjanjian, investor tidak dikenakan fee,” ujarnya tanpa menyebutkan besaran fee yang ditarik dari peserta waralaba. Ketiga, kata dia, Indomaret menjual outlet yang sudah menguntungkan kepada investor.</p>
<p>Outlet yang dibangun Indomarco, tuturnya, dijual kepada investor yang berminat, sehingga pemodal tidak harus mencari lokasi lagi. Ketika ditanyakan sistem mana yang paling diminati para pemodal di Medan, dia mengakui adalah pemilik modal menyediakan tempat dan Indomaret mendrop barang. Kalau sudah mencapai ketentuan omzet yang sudah disepakati, kata dia, kemudian ditarik <em>fee</em>.</p>
<p>&#8220;Saya tidak bisa ungkap berapa fee yang ditarik dari pemodal. Yang pasti, kami mau mengajak pemilik tokok mengubah tempatnya lebih nyaman dan menyenangkan masyarakat yang berbelanja,&#8221; kata Bintang. Ide pengembangan Indomaret, kata dia, sesungguhnya ingin membantu konsumen mendapatkan tempat belanja strategis dan memuaskan dengan harga yang terjangkau.</p>
<p>&#8220;Kami hanya mengambil ongkos yang semestinya dikeluarkan konsumen belanja ke pusat pasar modern. Kami siap mengantarkan barang yang dibeli masyarakat ke rumah tanpa menambah harga,&#8221; ujarnya. Kemudian, lanjutnya, PT Indomarco memberikan kesempatan kepada masyarakat menata toko kelontongnya yang selama ini kesannya kumuh dan asal-asalan dengan konsep toko modern. “Kami menerima dengan tangan terbuka sistem waralaba,” tuturnya.</p>
<p>Sebelumnya, B. Surbakti, pengusaha Mini Market Royal di Jl Jamin Ginting Medan terpaksa mengubah tokonya menjadi Indomaret karena selama ini kurang dilirik konsumen. &#8220;Saya sudah dua tahun membuka mini market di depan SPBU Pertamina, namun kurang laku. Malah Indomaret yang disediakan SPBU Pertamina itu yang berjalan setahun ramai didatangi konsumen.&#8221; <em>(Master Sihotang, Bisnis Indonesia)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indomaret.co.id/2010/07/27/indomaret-galakkan-sistem-waralaba/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Benny Absoro : Waralaba itu Menyenangkan</title>
		<link>http://indomaret.co.id/2010/03/31/benny-absoro-waralaba-itu-menyenangkan/</link>
		<comments>http://indomaret.co.id/2010/03/31/benny-absoro-waralaba-itu-menyenangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 02:45:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dede</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Testimoni Terwaralaba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indomaret.co.id/?p=1743</guid>
		<description><![CDATA[Benny terbilang cukup baru mengenal waralaba Indomaret. Namun hanya dengan mendengar presentasi Indomaret, itu sudah cukup meyakinkan Benny untuk mengikat kerja sama dengan Indomaret yang tingkat risikonya rendah. “Saya langsung memberikan tanda jadi karena takut gerai yang saya inginkan diambil orang.” Keesokan harinya Benny langsung melakukan survey ke lokasi yang diinginkan. Konsep waralaba yang dipilih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span id="more-1743"></span>Benny terbilang cukup baru mengenal waralaba Indomaret. Namun hanya dengan mendengar presentasi Indomaret, itu sudah cukup meyakinkan Benny untuk mengikat kerja sama dengan Indomaret yang tingkat risikonya rendah. “Saya langsung memberikan tanda jadi karena takut gerai yang saya inginkan diambil orang.” Keesokan harinya Benny langsung melakukan survey ke lokasi yang diinginkan. Konsep waralaba yang dipilih Benny adalah take over (mengambil alih gerai yang sudah beroperasi) awal April 2009. Gerai pertama yang diambil adalah Indomaret Primer Cibadak dan selang beberapa bulan, Juli 2009 Benny mengambil alih gerai Indomaret kedua di Cilangkap.</p>
<p>Meskipun dia sudah memiliki 2 gerai Indomaret karirnya di perusahaan minyak tidak terganggu. Benny hanya sesekali mengontrol dan seminggu sekali berkunjung ke gerai untuk menyemangati karyawan. Meskipun hanya mengontrol, operasional gerai tetap berjalan dengan baik.<br />
Benny merasa aman berinvestasi di Indomaret “Laporan dan sistem kerjanya profesional, ungkap Benny.”<br />
<center><img class="aligncenter size-full wp-image-1746" title="pict-bennyabsoro1" src="http://indomaret.co.id/wp-content/uploads/2010/03/pict-bennyabsoro1.jpg" alt="pict-bennyabsoro1" width="450" height="417" /></center></p>
<p>Menurut Benny bisnis waralaba tidak perlu ditakutkan meskipun diakui banyak bisnis waralaba yang tidak aman dan tidak menguntungkan. Namun berbeda dengan yang lain, menurut Benny kita tidak perlu takut berinvestasi di Indomaret. Selama masyarakat masih butuh makan, Indomaret akan terus berkembang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indomaret.co.id/2010/03/31/benny-absoro-waralaba-itu-menyenangkan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Idha Tri Astuti : Tidak Sekadar Cari Laba</title>
		<link>http://indomaret.co.id/2010/03/01/idha-tri-astuti-tidak-sekadar-cari-laba/</link>
		<comments>http://indomaret.co.id/2010/03/01/idha-tri-astuti-tidak-sekadar-cari-laba/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 06:53:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dede</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Testimoni Terwaralaba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indomaret.co.id/?p=1671</guid>
		<description><![CDATA[“Saya tidak hanya cari laba, tetapi cari nama dan pahala” demikian kata Idha Tri Astuti, terwaralaba Indomaret yang mendulang sukses. Tidak seperti kebanyakan pengusaha, orientasi Idha tidak hanya laba, dia lebih menekankan pada pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat luas. Bisnis waralaba Indomaret mulai ditekuni tahun 2006. Saat itu karena tidak mau ambil risiko, Idha mengambil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span id="more-1671"></span>“Saya tidak hanya cari laba, tetapi cari nama dan pahala” demikian kata Idha Tri Astuti, terwaralaba Indomaret yang mendulang sukses. Tidak seperti kebanyakan pengusaha, orientasi Idha tidak hanya laba, dia lebih menekankan pada pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat luas. Bisnis waralaba Indomaret mulai ditekuni tahun 2006. Saat itu karena tidak mau ambil risiko, Idha mengambil alih gerai Indomaret yang telah beroperasi di Bekasi. Langkah ini dilanjutkan dengan mengambil alih Indomaret di Jakarta pertenghan Juli 2009.</p>
<p>Selain Indomaret, Idha memiliki waralaba lain di bidang makanan, namun waralaba ini sempat goyah ketika krisis melanda, sehingga hal ini semakin memantapkan pilihannya dalam memilih Indomaret yang tidak pernah terkena krisis. Gerai Indomaret Wibawa Mukti yang diprediksi dalam 3 tahun, ternyata dalam jangka 2,5 tahun sudah balik modal. Dengan penjualan yang stabil memberikan keamanan dalam berinvestasi.</p>
<p><center><img class="aligncenter size-full wp-image-1677" title="pict-idhatriastuti1" src="http://indomaret.co.id/wp-content/uploads/2010/03/pict-idhatriastuti1.jpg" alt="pict-idhatriastuti1" width="400" height="563" /></center></p>
<p>Kerja sama dengan Indomaret sangat menyenangkan. Permasalahan yang muncul selalu ditanggapi dengan cepat oleh Indomaret. Sistem laporan akurat, membuat Idha yakin pada bisnis yang digelutinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indomaret.co.id/2010/03/01/idha-tri-astuti-tidak-sekadar-cari-laba/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hingga 2009, 105 Outlet Indomaret akan dibuka di Medan</title>
		<link>http://indomaret.co.id/2009/11/03/hingga-2009-105-outlet-indomaret-akan-dibuka-di-medan/</link>
		<comments>http://indomaret.co.id/2009/11/03/hingga-2009-105-outlet-indomaret-akan-dibuka-di-medan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 07:45:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dede</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Waralaba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indomaret.co.id/?p=1246</guid>
		<description><![CDATA[Hingga akhir tahun 2009, PT. Indomarco Prismatama menargetkan membuka outlet Indomaret di Medan dan sekitarnya sebanyak 105 outlet. Dan, sampai dengan 11 September 2009 jumlah outlet yang telah beroperasi sebanyak 75 outlet.
“Kami masih membuka peluang bagi siapa saja yang ingin bergabung dengan Indomaret,” kata General Affair Manager PT. Indomarco Prismatama Djoko Surojo kepada Medan Bisnis, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hingga akhir tahun 2009, PT. Indomarco Prismatama menargetkan membuka <em>outlet</em> Indomaret di Medan dan sekitarnya sebanyak 105 <em>outlet</em>. <span id="more-1246"></span>Dan, sampai dengan 11 September 2009 jumlah <em>outlet</em> yang telah beroperasi sebanyak 75 outlet.</p>
<p>“Kami masih membuka peluang bagi siapa saja yang ingin bergabung dengan Indomaret,” kata <em>General Affair Manager</em> PT. Indomarco Prismatama Djoko Surojo kepada Medan Bisnis, Jumat ( 11/9 ) usai acara Penyerahan Bea Siswa Indomaret kepada 1.300 Siswa SD Tahun Ajaran 2009-2010 di SD Negeri No.101788 Marindal I Kecamatan Deli-Serdang.</p>
<p>Sejauh kata Djoko, 75 outlet Indomaret yang telah beroperasi masih berada di sekitaran Medan, Deli-Serdang dan Kota Binjai. “ Jadi, kesempatan masih terbuka lebar bagi siapa saja yang mau memiliki Indomaret di Sumatera Utara. Dan, seajuh ini <em>outlet</em> yang paling jauh lokasinya berada di Galang dan Lubuk Pakam. Sedangkan di luar wilayah itu seperti Tebing Tinggi dan Siantar belum ada,”katanya lagi.</p>
<p>Djoko yang saat itu didampingi Development Manager PT. Indomarco Prismatama Dharma Brata mengatakan untuk investasi dana yang dibutuhkan sekitar Rp 300 juta di luar property (gedung).” Semua produk dan management akan dikelola oleh Indomaret termasuk sumber daya manusianya (SDM) sementara si pemilik tinggal menerima bersih keuntungan yang diperoleh,” ujarnya.</p>
<p>Disebutkannya, bisnis waralaba yang ditawarkan Indomaret memiliki prospek yang cukup besar mengingat keuntungan yang diperoleh lumayan baik. Apalagi, dari hasil hitung-hitungan yang mereka lakukan selama ini, investasi yang ditanamkan akan kembali dalam kurun waktu 40 bulan atau sekitar 3,5 tahun.</p>
<p>“Dari perkembangan yang kami ikuti selama ini, tingkat kegagalan dalam arti merugi sangat kecil dialami si pemilik modal. Dan, Indomaret berani mengambil alih bila <em>outlet</em> yang dibuka itu tidak berkembang atau maju,”tambah Dharma Brata.</p>
<p><strong>Beasiswa</strong></p>
<p>Mengenai penyerahan bea siswa bagi siswa SD yang berprestasi dan tidak mampu, Djoko mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda tetap dari Indomaret terhadap lingkungan sekitar usahanya. Di samping membantu menyukseskan program pemerintah yakni pemberian dana bantuan operasional sekolah (BOS).</p>
<p>Secara nasional, beasiswa yang diberikan untuk tahun ajaran 2009-2010 sebanyak 1.300 siswa tepatnya dari 13 cabang Indomaret di seluruh Indonesia, yakni Jakarta, Cimanggis, Parung, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, Jember, Semarang, Yogyakarta, Lampung, Medan, dan Malang.</p>
<p>Untuk cabang Medan jumlah siswa yang memperoleh bea siswa sebanyak 300 siswa dari 20 sekolah dasar yang ada di Medan dan sekitarnya. ”Masing-masing siswa mendapat uang tunai sebesar Rp 300 ribu ditambah paket berupa peralatan sekolah. Penyerahan bea siswa di SD No.101788 Marindal 1 Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli-Serdang ini merupakan kegiatan pertama untuk tahun 2009 dan kegiatan kedua sejak Indomaret cabang Medan dibuka Juli 2008 lalu,” kata Djoko sembari menambahkan jumlah siswa yang memperoleh sebanyak 5 orang untuk tiap sekolah kecuali SD No. 101788 Marindal I sebanyak 10 siswa. <em>(Medan Bisnis, 14 September 2009)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indomaret.co.id/2009/11/03/hingga-2009-105-outlet-indomaret-akan-dibuka-di-medan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Haji Erwin Owan Hermansyah : Berkat Indomaret Semua Jadi Lebih Mudah</title>
		<link>http://indomaret.co.id/2009/10/01/haji-erwin-owan-hermansyah-berkat-indomaret-semua-jadi-lebih-mudah/</link>
		<comments>http://indomaret.co.id/2009/10/01/haji-erwin-owan-hermansyah-berkat-indomaret-semua-jadi-lebih-mudah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 04:04:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dede</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Testimoni Terwaralaba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indomaret.co.id/?p=1101</guid>
		<description><![CDATA[
Haji Erwin Owan Hermansyah salah satu terwaralaba Indomaret yang sukses. Tiga Indomaret miliknya, diawali dengan toko di  Salemba, Jakarta tahun 1998. Lima tahun kemudian ia buka di Jl. Sumur Batu dan tahun 2008 di Paseban.
Di usia 34 tahun Erwin memutuskan pensiun dini. Kemudian ia bergabung dengan Indomaret karena Megamart tokonya kurang berkembang kendati ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span id="more-1101"></span><br />
Haji Erwin Owan Hermansyah salah satu terwaralaba Indomaret yang sukses. Tiga Indomaret miliknya, diawali dengan toko di  Salemba, Jakarta tahun 1998. Lima tahun kemudian ia buka di Jl. Sumur Batu dan tahun 2008 di Paseban.</p>
<p>Di usia 34 tahun Erwin memutuskan pensiun dini. Kemudian ia bergabung dengan Indomaret karena Megamart tokonya kurang berkembang kendati ia terlibat aktif sebagai pemilik, pengelola yang menangani pembelian hingga melayani pelanggan, yang mengharuskan terlibat 24 jam <em>non-stop</em>. Setelah menjadi terwaralaba Indomaret, Erwin hanya bertindak sebagai investor dan komisaris yang hanya tinggal mengawasi jalannya perusahaan. Aktivitasnya yang lain  bisa berjalan seiring sebagai Wakil Rektor I bidang Akademik Universitas Bhayangkara Jakarta dan sebagai advokat/<em>Managing Partner</em> di LAKS &#038; Co. <em>Law Firm</em>.<br />
<br />
<center><img src="http://indomaret.co.id/wp-content/uploads/2009/09/pict-h-erwin1.jpg" alt="pict-h-erwin1" title="pict-h-erwin1" width="344" height="417" class="aligncenter size-full wp-image-1105" /></center><br />
</p>
<p>Kelahiran Jakarta, 19 April 1964 ini doyan belajar sehingga tak ragu-ragu mencari ilmu yang belum diketahuinya. Wajarlah 7 gelar akademik diraihnya, dua gelar Dr dan MM, SE, SH, Ir dan satu gelar profesi (RFA/<em>Registered Financial Advisor</em>). profesi. “Saya suka membagikan ilmu ke orang lain, itu panggilan sosial saya. Karena saya terinspirasi dari ayah saya yang sepanjang umurnya mengajar, “ujar putra Prof. Dr. Mr. M.Sc Brodjo Soetoto dan Dr. Srie Moekti Rahajoe.</p>
<p>Ayah dari si kembar Raden Bregasz Lintang Muhammad Akbar dan Radenroro Ayu Wulan Windie Annisa mengatakan, Indomaret sangat mendukung. Dari sisi pengadaan logistik, barang selalu tersedia di toko. Dari sisi keuangan Indomaret rutin membuat laporan keuangan secara profesional dan akuntabel dari sisi pembagian surplus kas, “Alhamdulillah sangat memuaskan” ujarnya.<br />
Dengan kata lain kerjasama dengan Indomaret sangat bermanfaat dan merupakan investasi yang menguntungkan.</p>
<p>Dari pendapatan ketiga tokonya, Erwin telah  melanglang buana ke 21 negara di 5 benua, seperti Amerika Serikat, Australia, Italia, Mesir, Saudi Arabia, Turki, Cina, Vatikan. Impiannya adalah membuka Indomaret-Indomaret lain sehingga akan menambah  lapangan kerja, pajak untuk negara, dan tak kalah penting untuk melayani masyarakat sekitar sesuai  moto Indomaret “mudah dan hemat“.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indomaret.co.id/2009/10/01/haji-erwin-owan-hermansyah-berkat-indomaret-semua-jadi-lebih-mudah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Zeda M. Martono : 8 Gerai Indomaret Dalam Genggamannya</title>
		<link>http://indomaret.co.id/2009/08/18/zeda-m-martono-8-gerai-indomaret-dalam-genggamannya/</link>
		<comments>http://indomaret.co.id/2009/08/18/zeda-m-martono-8-gerai-indomaret-dalam-genggamannya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 07:28:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dede</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Testimoni Terwaralaba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indomaret.co.id/?p=988</guid>
		<description><![CDATA[Ketekunan Zeda M. Martono menggeluti bisnis waralaba membuahkan hasil menggembirakan. Ia kini memiliki 8 toko Indomaret. Bagaimana ia bisa sukses sebagai pengusaha waralaba?

Zeda M.Martono adalah investor franchise yang kini memiliki 8 gerai Indomaret. Ia mengawali bisnisnya sejak Agustus 2002 dengan membeli toko Indomaret di Kranggan, Cibubur. Saat itu Zeda masih karyawan Badan Penyehatan Perbankan Nasional [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span id="more-988"></span>Ketekunan Zeda M. Martono menggeluti bisnis waralaba membuahkan hasil menggembirakan. Ia kini memiliki 8 toko Indomaret. Bagaimana ia bisa sukses sebagai pengusaha waralaba?</p>
<p><center><img class="aligncenter size-full wp-image-989" title="pict-artikel-zeda-8gerai" src="http://indomaret.co.id/wp-content/uploads/2009/08/pict-artikel-zeda-8gerai.jpg" alt="pict-artikel-zeda-8gerai" width="528" height="357" /></center></p>
<p>Zeda M.Martono adalah investor <em>franchise</em> yang kini memiliki 8 gerai Indomaret. Ia mengawali bisnisnya sejak Agustus 2002 dengan membeli toko Indomaret di Kranggan, Cibubur. Saat itu Zeda masih karyawan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Ia merasa perlu memulai usaha sendiri, karena ia dan sesama rekannya karyawan BPPN telah mengetahui bahwa lembaga ini akan dibubarkan tahun 2004.</p>
<p>Ketika masih bekerja di BPPN, kebetulan Indomaret dan Alfmart adalah klien Zeda, sehingga ia telah cukup mengetahui seluk beluk kedua jaringan minimarket ini. Tahun 2000, Zeda mulai menjajaki <em>franchise</em> mana yang akan dia ambil. Akhirnya ia memilih Indomaret, karena menurutnya, <em>brand awareness</em>-nya lebih kuat ketimbang Alfamart.</p>
<p>Kelahiran Jakarta 19 Oktober 1970 ini menyadari bahwa menjadi karyawan terus menerus tidaklah enak. Sebagai pegawai, Zeda merasa sangat tergantung pada perusahaan tempatnya bekerja. Terlebih ia punya pengalaman keluar secara terpaksa dari Bank Dagang Nasional Indonesia yang dilikuidasi tahun 1998, sebelum akhirnya ia bergabung ke BPPN tahun 1998. Karena berbagai pengalaman itulah, Zeda ingin memiliki usaha sendiri.</p>
<p>Namun, sebagai orang yang baru akan memulai usaha, saat itu Zeda belum berani memulia usaha yang terlalu beresiko, ia pun tentu perlu belajar banyak dan membutuhkan pembimbing. Karena itulah ia pilih menjalankan bisnis waralaba yang menurutnya beresiko lebih kecil daripada memulai segalanya dari nol.</p>
<p>Dipilih Indomaret sebagai usaha <em>franchise</em> pertamanya, dijelaskan Zeda, kerena sebagai pemula ia perlu memilih usaha yang pasarnya sudah cukup jelas dan memang menjual produk yang menjadi kebutuhan banyak orang untuk mengurangi resiko usaha. “Kalau kebutuhan pokok dan obat itu marginnya memang tidak besar, tapi profitnya stabil. Coba saja lihat, meskipun kondisi sedang krisis, orang tetap membeli barang kebutuhan pokok dan obat. Mereka juga tidak pernah menawar untuk produk-produk itu,” Zeda memaparkan argumennya.</p>
<p>Lulusan Tekhnik Sipil Universitas Pancasila dan S-2 bidang pemasaran dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini juga mengakui, waralaba lain seperti restoran pada umumnya memiliki margin profit yang lebih besar dibanding ritel seperti Indomaret. Namun ia menilai, bisnis resto lebih banyak mengikuti tren. Jika sudah tidak lagi terlalu popular, dengan mudah pendapatannya turun drastis.</p>
<p>Keputusannya mengambil alih toko Indomaret yang sudah jalan baik pun dimaksudkan untuk memperkecil pekerjaan mengawali bisnis dan risikonya. “Kalau memulai dari awal, saya harus melakukan survey dulu tentang bagaimana pasarnya, berapa sewa toko dan sebagainya. Bisa saja ketika saya telah membuka toko di suatu tempat, ternyata pasar di daerah itu kurang mendukung. Karena itu saya berusaha memotong risiko yang mungkin terjadi di awal dengan mengambil alih toko yang telah berjalan,” katanya memberi alasan.</p>
<p>Hanya saja, Zeda harus membayar lebih mahal dibanding jika ia memulai waralaba dari awal. Pasalnya ada <em>goodwill</em> yang harus dibayar oleh <em>franchisee</em> terkait kondisi toko yang telah berjalan baik. Namun, ia merasa hal itu lebih baik daripada menanggung risiko yang lebih besar, mengingat saat itu dirinya adalah seorang pemula di bisnis <em>franchise.</em></p>
<p>Selanjutnya, dalam waktu hanya berselang dua bulan, tepatnya Oktober 2002, Zeda kembali mengambil alih toko Indomaret di Vila Nusa Indah. Dan pada Desember 2002, ia kembali men-takeover gerai Indomaret di Pulo Gebang. Selanjutnya, ia membeli gerai Indomaret di Cempaka Putih. Ia baru mulai benar-benar dari awal ketika mendirikan toko Indomaret di Tangerang dan Serang. Saat ini Zeda memiliki toko di Kranggan, Vila Nusa Indah, Cempaka Putih, tiga toko di Tangerang dan dua toko di Serang. “Saya melihat potensi di Tangerang dan Serang bagus,”ujar ayah dua anak ini.</p>
<p>Pada awal memasuki bisnis waralaba, semua bangunan toko yang digunakan Zeda adalah sewaan. “Strategi saya membeli bisnisnya dahulu, kalau saya membeli property (bangunannya) juga, uang saya hanya akan habis untuk property, padahal saya tidak memiliki uang yang cukup untuk semua itu.”katanya. Saat itu, modal Zeda di bisnis waralaba juga benar-benar berasal dari kantong sendiri. Baru-baru ini saja ia meminjam ke bank setelah bisnisnya dirasa lebih stabil.</p>
<p>Zeda merasa beruntung karena dirinya selalu dibimbing oleh pihak Indomaret dalam menjalankan usahanya sejak awal. Sebagai contoh, dalam hal momentum pengambilan <em>franchise</em>, ketika mengambil alih gerai Indomaret pertama kali pada Agustus 2002, sejak itu bersamaan dengan menjelang Lebaran, sehingga membuat penjualan tokonya naik secara signifikan.</p>
<p>Selain itu, dalam hal kepegawaiaan, pada dasarnya semua pegawai di setiap toko Indomaret harus diseleksi dan diputuskan langsung oleh pihak Indomaret, bukan hanya oleh <em>franchisee</em>. Akan tetapi Zeda mengaku, ia pernah tidak menuruti saran dari pihak Indomaret terkait soal kepegawaian. Saat itu ia memperkerjakan seorang pegawai yang dinilai tidak layak oleh Indomaret, dengan maksud menolong orang tersebut. Pada akhirnya, terbukti Zeda pun mengalami sesuatu yang tidak baik dengan si pegawai, dan sejak itu dia tidak pernah lagi mencoba tidak menuruti aturan Indomaret. Baginya, kunci untuk dapat sukses dalam usaha <em>franchise</em> adalah menuruti semua aturan dan regulasi yang ditetapkan oleh pihak <em>franchisor</em>. Pasalnya, aturan-aturan itu pun pada akhirnya ditujukan bagi baiknya kinerja usaha milik <em>franchisee</em>.</p>
<p>Di atas kertas, sebuah toko Indomaret dapat balik modal dalam waktu 44 bulan. Menurut Zeda, hal itu hanya merupakan pegangan, karena salah satu tokonya yang berlokasi di Anyer bisa balik modal hanya dalam waktu 22 bulan. Di sisi lain, ada pula toko milik Zeda yang berada di Jakarta, sudah hampir lima tahun belum balik modal lantaran persaingan sangat ketat dengan tiga toko Alfamart di sekitarnya.</p>
<p>Ketika tiga toko Alfamart itu belum ada, omset toko Indomaret milik Zeda dapat mencapai 18 juta per hari, tetapi sekarang hanya Rp.6 juta. Bukan masalah bagi Zeda, sebab ia memiliki 8 toko yang secara keseluruhan performanya sangat baik. Meskipun satu tokonya membutuhkan waktu cukup lama balik modal, toko lainnya dapat menutupinya dengan payback period yang lebih cepat. “Jadi bisa ada subsidi silang dari satu toko dan toko lainnya,” ujar Zeda.</p>
<p>Hanya saja, untuk gerai Indomaret yang tidak punya prospek lagi, ia lebih memilih untuk menjualnya ke pihak lain. Toko Indomaret miliknya yang di Pulo Gebang, misalnya, sudah ia jual pada Desember 2007 karena tidak menguntungkan untuk jangka panjang. Ia menerangkan, biaya sewa toko di Pulo Gebang itu sangat tinggi, yaitu Rp.400 juta/lima tahun. Dan ia tidak mau ambil resiko lebih jauh lagi dengan tingginya biaya toko tersebut.</p>
<p>Sekarang Zeda tidak mau lagi membeli secara takeover toko Indomaret, karena pihak Indomaret sendiri juga mendorong investornya yang sudah cukup matang agar mulai berinvestasi dari awal. Biaya investasi untuk sebuah toko Indomaret dari awal sekitar Rp.300 juta, sedangkan untuk toko yang sudah berjakan dan di takeover dari Indomaret harganya dapat mencapai Rp 400-600 juta untuk di daerah Jabodetabek. Sementara di luar Jabodetabek harga takeover dapat mencapai Rp 800-900 juta. Lebih mahalnya harga di luar Jabodetabek terkait dengan biaya-biaya yang masih lebih murah daripada Jabodetabek, sehingga keuntungan yang diperoleh toko pun bisa semakin tinggi.</p>
<p>Ia menambahkan, kontribusi pendapatan terbesar usahanya berasal dari <em>franchise</em> yang berada di Serang, yaitu di Anyer dan Sunan Ampel. Di kedua tempat itu margin profit yang diperoleh masing-masing dapat mencapai 7 % per bulan. Sementara itu omset terendah tokonya Zeda sekitar Rp.7 juta/hari, dan yang paling tinggi Rp 13-14 juta/hari terutama toko Indomaret nya di Serang.</p>
<p>Menurut Zeda, banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja tokonya. Banyaknya promo dari Indomaret dinilai Zeda sangat mempengaruhi kinerja toko. Jarang sekali Indomaret kosong dari promosi. Banyaknya promosi itulah yang akhirnya menjadikan pelanggan setia pada Indomaret. Faktor lainnya, komunikasi kami dengan mereka sangat baik,“ ujar Zeda.</p>
<p>Tak kalah penting, mendengarkan keluhan dan saran para karyawannya. Ia juga berusaha menyampaikan kepada Manajer Area Indomaret mengenai bagaimana saran dari karyawannya itu. Sebab, bagaimanapun karyawan lebih mengetahui kondisi lapangan daripada dirinya sendiri. Karena itu, ia menambahkan, bisa saja saran yang dinilai benar-benar baik bagi kemajuan toko akan dituruti.</p>
<p>Saat ini Zeda belum memiliki <em>franchise</em> lainnya kecuali Indomaret. Ia memang berminat untuk membuka <em>franchise</em> lainnya, misalnya restoran atau semacamnya, tetapi masih dalam tahap pencarian. Target Zeda sekarang adalah memiliki property (bangunan) toko Indomaret yang dia miliki lebih dulu. Ia berencana setelah semua tokonya yang sekarang berhasil dimiliki, barulah ia hendak membangun toko baru lagi, dan membeli propertinya lagi. Begitu seterusnya.</p>
<p>Strategi itu, lanjut Zeda, terkait dengan kinerja tokonya yang masih saling menyubsidi silang satu sama lain. Tokonya di Tangerang yang berada di Tigaraksa baru akan balik modal, sedangkan Kirana baru balik modal dalam waktu 4,5 tahun lagi.” Tapi ini kan dua titik ekstrem buat saya.” Ia menegaskan. Saat ini, bangunan toko Indomaret yang telah dia miliki ada di Tangerang (Puri dan Kirana). Adapun yang Tigaraksa belum dimiliki, karena jangka waktu sewanya mencapai 10 tahun.</p>
<p><em>(Kristiana Anissa, SWA edisi 16-26 Juli 2009)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indomaret.co.id/2009/08/18/zeda-m-martono-8-gerai-indomaret-dalam-genggamannya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Yunky A.S. Sofyan : Cermat Menghitung Agar tak Buntung</title>
		<link>http://indomaret.co.id/2009/08/18/yunky-as-sofyan-cermat-menghitung-agar-tak-buntung/</link>
		<comments>http://indomaret.co.id/2009/08/18/yunky-as-sofyan-cermat-menghitung-agar-tak-buntung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 07:01:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dede</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Testimoni Terwaralaba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indomaret.co.id/?p=969</guid>
		<description><![CDATA[Fakta bicara : Tak semua investor merengkuh laba dari waralaba. Butuh kehati-hatian agar investasi berjalan sesuai dengan rencana.

Para calon pembeli waralaba tampaknya belajar dari Yunky A.S. Sofyan yang sukses menjadi entrepreneur dengan membeli waralaba Indomaret. Yunky merupakan franchisee Indomaret tahun 2001. Pria kelahiran 1954 ini memilih pensiun dini dari Bulog tahun 2001. &#8221; Saya pensiun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span id="more-969"></span>Fakta bicara : Tak semua investor merengkuh laba dari waralaba. Butuh kehati-hatian agar investasi berjalan sesuai dengan rencana.</p>
<p><center><img class="aligncenter size-full wp-image-974" title="pict-artikel-cermat-yunky1" src="http://indomaret.co.id/wp-content/uploads/2009/08/pict-artikel-cermat-yunky1.jpg" alt="pict-artikel-cermat-yunky1" width="344" height="586" /></center></p>
<p>Para calon pembeli waralaba tampaknya belajar dari Yunky A.S. Sofyan yang sukses menjadi <em>entrepreneur</em> dengan membeli waralaba Indomaret. Yunky merupakan <em>franchisee</em> Indomaret tahun 2001. Pria kelahiran 1954 ini memilih pensiun dini dari Bulog tahun 2001. &#8221; Saya pensiun di bawah usia 50 tahun. Tidak mendapat pesangon atau pensiunan, padahal saya sudah 17 tahun di Bulog,&#8221; ujar mantan Manajer Pengelola Koperasi Bulog. Yunky pernah ditawari kuliah lagi di Inggris kala masih di Bulog, tetapi justru memilih memegang jabatan manajer koperasi itu.</p>
<p>Setelah membaca buku Robert Kiyosaki, Yunky terinspirasi pindah kuadran. Karena tidak punya pensiunan, dia memberanikan diri meminjam uang kakaknya guna memulai bisnis dari nol. Nekat lho waktu itu, saya ambil franchise Indomaret.&#8221; Ujar ayah tiga anak ini. Perkenalan dengan Indomaret sebenarnya sudah lama, yakni sejak masih di Bulog. Maklum waktu itu Koperasi Bulog bekerjasama dengan Indomaret untuk membuka gerai ritel yang ternyata sukses. Dia tahu persis kinerjanya. &#8220;Dari pengalaman itulah saya berani berhenti dari Bulog untuk coba menjalankan bisnis ritel sendiri tahun 2001.&#8221; katanya. Gerai Indomaret pertama dibuka Yunky di daerah Jatake, Tangerang. Investasi yang dikeluarkan Rp 350 juta plus biaya sewa tempat. <em>Franchise fee</em> sekitar Rp 75 juta per lima tahun (jika ditambah PPn jadi 82,5 juta). Lalu, sewa tempat selama lima tahun Rp.175 juta. &#8220;jadi perlengkapan masih murah,&#8221; katanya. Dia mengenang gerai pertama itu bisa balik modal hanya dalam 18 bulan. Padahal janji <em>franchisor</em> BEP akan terjadi dalam 36 bulan. Wajar kalau Yunky kemudian makin antusias membuka gerai Indomaret lain lokasi. Dan kini dia sudah punya 6 cabang Indomaret, yaitu di Condet, Kalisari, Jatake, Balaraja Barat, Bandung dan Bogor. Rata-rata masing-masing gerai bisa BEP tidak lebih dari dua tahun. &#8220;Cukuplah yang saya punya, saya tidak mau rakus.&#8221; Tuturnya merendah. Yunky juga pernah membeli <em>franchise</em> Bakmi Japos hasil keuntungan di Indomaret. &#8220;Bakmi Japos tenggelam saya ikut tenggelam. Gerainya sudah ditutup sekarang.&#8221; ujarnya.</p>
<p>Setelah Bakmi Japos, Yunky mengambil <em>franchise</em> lain, Bolo-Bolo. Jadi, dia tidak kapok bisnis makanan walau rugi di Bakmi Japos. &#8220;Bolo-Bolo just so so, biasa saja,&#8221; imbuhnya. &#8221; Terakhir saya ambil KSO Martabak Alim,&#8221; tuturnya seraya mengatakan, bisnis ini sedang booming. Targetnya, bisa membuka gerai 10 gerai Martabak Alim. Biaya total mengambil KSO martabak ini Rp.200 juta/gerai- sudah termasuk biaya sewa tempat. Dia yakin Martabak Alim bisa BEP kurang dari setahun.</p>
<p>Apa kiat Yunky dalam membeli waralaba? &#8220;Saya pakai<em> feeling</em> saja. Kalau saya gagal di Bakmi Japos, saya rasa itu bagian dari resiko bisnis. Kalau kita untung, sebagai muslim berarti kita membayar zakat lebih banyak. Kalau rugi berarti zakat kita belum beres.&#8221; Ujar pria yang membawahkan 60 karyawan itu. Yang jelas, kini Yunky sudah bisa membeli property berkat pendapatan dari waralaba Indomaret. Dari 6 gerai Indomaretnya, tiga diantaranya sudah menempati gedung milik sendiri.</p>
<p>Yang juga menarik, Yunky bisa menggunakan laporan rugi-laba perusahaan (laporan <em>cash flow</em> gerai) sebagai jaminan di bank untuk membuka cabang baru. &#8220;Cabang ke-3 dan ke-4 saya pakai pinjaman 100 % dari bank,&#8221; ujar pria yang gemar berbusana kasual ini. Kiat yang tentu saja menarik direplikasi. Yunky memberikan tip, pada bisnis waralaba yang biasanya sudah ada SOP jelas, keberhasilan tergantung pada <em>soft competence</em>. &#8220;Pemilik jangan hanya komando. Angkat-angkat barang juga harus ikut. Dengan karyawan harus ada <em>personal touch</em>,&#8221; katanya.</p>
<p>Jadi, kunci sukses bukan hanya kalkulasi, partisipasi sebagai <em>entrepreneur</em> juga mutlak.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-975" title="pict-tabel-cermat-yunky1" src="http://indomaret.co.id/wp-content/uploads/2009/08/pict-tabel-cermat-yunky1.jpg" alt="pict-tabel-cermat-yunky1" width="550" height="764" /></p>
<div><em>(Sudarmadi, SWA edisi 16-26 Juli 2009)</em></div>
<div><em> </em></div>
<div><em> </em></div>
<div><em> </em></div>
<div><em> </em></div>
<p><em> </em></p>
<p><em></em></p>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indomaret.co.id/2009/08/18/yunky-as-sofyan-cermat-menghitung-agar-tak-buntung/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

