Manajemennya Sangat Tanggap

Menjadi karyawan di sebuah perusahaan Jepang tidak membuat Erlin Roselina lantas nyaman. Dalam hatinya selalu ada panggilan untuk membuka usaha sendiri. Akhirnya, pada 2005 dia memutuskan berhenti bekerja dan mulai menggeluti bisnis. Erlin pun mulai mencoba berbisnis penyewaan rumah dan restoran.

Namun sayang usia bisnisnya tidak bertahan lama. Restorannya harus tutup dan bisnis penyewaan rumahnya pun dihentikan. “Karena saya orangnya tidak bisa membangun manajemen, terutama mengelola karyawan,” ujar wanita kelahiran Jakarta, 1975 ini.

Alhasil, istri M. Kurniawan ini pun kepincut dengan bisnis franchise minimarket. Diantara berbagai merek ia lebih tertarik kepada Indomaret. “Karena waktu di pameran franchise, presentasi yang diberikan lebih baik daripada franchise minimarket lainnya,” ujarnya. Ia pun menjadi franchisee Indomaret tahun 2005, lokasi bisnisnya di perumahan Raflesia Hill.

Pilihan Erlin tidak salah. Pasalnya, hanya dalam waktu 2 tahun dirinya sudah BEP atau balik modal. Dari hasil bisnis tersebut ia pun menambah gerai keduanya di Taman Royal, Tangerang pada 2010 lalu. “Gerai yang kedua pun langsung ramai. Karena lokasinya memang cukup strategis. Saya perkirakan akan mencapai BEP tidak lama lagi,” ujarnya.

Tidak puas sampai disitu. Dalam waktu dekat ia juga berencana akan membuka gerai Indomaret ketiganya di Kalibata City, Jakarta. Ia menuturkan, kesuksesan dirinya menjadi franchisee Indomaret tidak lepas dari support yang diberikan franchisor. “Manajemen Indomaret sangat tanggap dan mudah diajak komunikasi. Begitu ada kendala, seperti mesin kasir error, atau kita pengen stock barang banyak dalam waktu singkat langsung ditanggapi,” kata wanita yang sudah beli ruko dari hasil franchise Indomaret ini. (Red: Info Franchise)