Indomaret galakkan sistem waralaba

PT Indomarco Prismatama pengelola gerai ritel Indomaret mulai  mendorong mitranya di Sumatra Utara untuk menerapkan sistem waralaba. Bintang H. Harianja, Location Manajer PT Indomarco Prismatama, menegaskan sampai Juni tahun ini total oulet Indomaret yang sudah beroperasi di Sumut mencapai 130 toko.

“Sebelumnya, kami masih menggembangkan outlet sendiri selama dua tahun. Akan tetapi, memasuki tahun ketiga kami mendorong masyarakat melakukan investasi untuk mengembangkan sistem waralaba,” ujarnya kepada Bisnis di Medan hari ini.

Menurut dia, sistem yang ditawarkan kepada pemodal di Medan adalah menyediakan tempat strategis di daerah dan di kota Medan. Kedua, lanjut dia, tempat dan produk disediakan para investor dengan omset tertentu tidak dikenai fee. “Kalau omset yang diperleh belum sesuai ketentuan dalam perjanjian, investor tidak dikenakan fee,” ujarnya tanpa menyebutkan besaran fee yang ditarik dari peserta waralaba. Ketiga, kata dia, Indomaret menjual outlet yang sudah menguntungkan kepada investor.

Outlet yang dibangun Indomarco, tuturnya, dijual kepada investor yang berminat, sehingga pemodal tidak harus mencari lokasi lagi. Ketika ditanyakan sistem mana yang paling diminati para pemodal di Medan, dia mengakui adalah pemilik modal menyediakan tempat dan Indomaret mendrop barang. Kalau sudah mencapai ketentuan omzet yang sudah disepakati, kata dia, kemudian ditarik fee.

“Saya tidak bisa ungkap berapa fee yang ditarik dari pemodal. Yang pasti, kami mau mengajak pemilik tokok mengubah tempatnya lebih nyaman dan menyenangkan masyarakat yang berbelanja,” kata Bintang. Ide pengembangan Indomaret, kata dia, sesungguhnya ingin membantu konsumen mendapatkan tempat belanja strategis dan memuaskan dengan harga yang terjangkau.

“Kami hanya mengambil ongkos yang semestinya dikeluarkan konsumen belanja ke pusat pasar modern. Kami siap mengantarkan barang yang dibeli masyarakat ke rumah tanpa menambah harga,” ujarnya. Kemudian, lanjutnya, PT Indomarco memberikan kesempatan kepada masyarakat menata toko kelontongnya yang selama ini kesannya kumuh dan asal-asalan dengan konsep toko modern. “Kami menerima dengan tangan terbuka sistem waralaba,” tuturnya.

Sebelumnya, B. Surbakti, pengusaha Mini Market Royal di Jl Jamin Ginting Medan terpaksa mengubah tokonya menjadi Indomaret karena selama ini kurang dilirik konsumen. “Saya sudah dua tahun membuka mini market di depan SPBU Pertamina, namun kurang laku. Malah Indomaret yang disediakan SPBU Pertamina itu yang berjalan setahun ramai didatangi konsumen.” (Master Sihotang, Bisnis Indonesia)