Kalau menyaksikan drama musikal, semua tawa, kesedihan, percintaan dan juga pertengkaran menjadi sajian apik berbalut musik.
Tak bermaksud mengaburkan penjiwaan dari cerita yang ada, bahkan acapkali musik justru menjadi unsur penguatnya. Yah, bisa dikatakan saling mendukung. Toh lagu yang dibawakan tanpa penjiwaan pun akan berasa hambar.
Tak jarang kehadiran alat peraga bisa menjadi pendukung dari penjiwaan yang dilakukan. Seperti yang dilakukan grup vokal Kadensa dengan pesawat kertasnya saat tampil dalam Festival Vocal Group Indomaret (FOGI) 2009 di Majesty Convention Hall, Minggu (18/10). Kebersahajaan lagu “Tak Gendong” milik Mbah Surip hadir dengan warna berbeda berkat pesawat kertas sederhana.
“ Tak gendong ke mana – mana/tak gendong ke mana-mana// Enak dong,mantep dong// Daripada kamu naik pesawat kedinginan/mendingan tak gendong to/enak to/mantep to…”
Di giliran bait tersebut, kelompok vokal yang beranggotakan dua laki-laki dan tiga perempuan itu menggerak-gerakkan pesawat kertas. Belum lagi tambahan kerlingan mata dan juga olahan koreografi sebagai pendukung lain. Sebuah visualisasi sederhana yang makin menguatkan penjiwaan mereka dalam menyanyikan lagu kocak tersebut.

Tenggelam
Beberapa kelompok memilih menggunakan alat musik tertentu sebagai pengiring. Sayangnya bukannya membantu alat musik itu justru tak berarti banyak. Pasalnya, suara dari alat musik tersebut terdengar kurang keras dan terkesan “ tenggelam”.
Meski sedikit mengganggu, menurut penyanyi Syaharani yang menjadi salah satu juri, hal itu tak mempengaruhi penilaian vocal mereka. Dia menyebut, penampilan peserta yang tampil secara keseluruhan jauh lebih baik dibandingkan saat audisi.
“Hanya ada beberapa yang masih ada kekurangan seperti persiapan alat pengiring. Mereka masih kurang mengerti bahwa alat yang dipakai saat latihan terkadang tak bisa digunakan saat tampil,” kata dia.
Public Relations Indomaret, A. Nenny mengungkapkan, Fogi 2009 dibedakan atas tiga kategori, yakni anak, remaja, dan dewasa. (Roosalina-87)



