Minimarket berpotensi ungguli omzet supermarket & hipermarket

Nielsen Indonesia memperkirakan omzet minimarket berpotensi mengungguli supermarket dan hipermarket, jika jaringan besar minimarket terus melakukan penambahan toko baru secara ekspansif.

Nielsen Indonesia memperkirakan omzet minimarket berpotensi mengungguli supermarket dan hipermarket, jika jaringan besar minimarket terus melakukan penambahan toko baru secara ekspansif.

Menurut Yongky Surya Susilo, Direktur Retailer Service Nielsen Indonesia, perkiraan tersebut ditandai dengan pertumbuhan penjualan sektor minimarket hingga 36%, sedangkan supermarket hanya 5,5%, dan hipermarket 22,6%.

Frekuensi masyarakat berbelanja kebutuhan sehari-hari di minimarket juga terus mengalami peningkatan. Masyarakat berbelanja ke minimarket tujuh kali dalam sebulan, sedangkan hipermarket tetap (dua kali perbulan) dan supermarket tiga kali dalam sebulan.

Sekarang ini persoalannya jumlah barang yang dijual di minimarket tidak bisa banyak (karena lahan belanja kecil atau hanya di bawah 400 m2). Tapi dengan penambahan jumlah minimarket, suatu saat (kontribusinya) pasti bisa bersaing (dengan hipermarket), kata Yongky baru-baru ini.

Di samping terbatasnya jumlah barang yang dijual di minimarket, kecepatan untuk meraih pangsa pasar lebih besar dari hipermarket atau supermarket juga disebabkan oleh pemain minimarket berjaringan yang terbatas.

Minimarket berjaringan besar di Indonesia masih tetap dipimpin oleh Indomaret dan Alfamart. Pada 2006, jumlah toko Indomaret mencapai 1.857 sedangkan Alfamart total tokonya 1.692.

Peritel lain adalah Star Mart dengan jumlah toko pada 2006 sebanyak 64 gerai, Yomart ada 110 toko, dan Mitra ada empat gerai.

Saat ini, jenis produk yang relatif banyak dibelanjai di minimarket adalah cologne (35%), pembersih wajah (32%), biskuit (32%), minuman ringan (31%), detergen (29%), sampo (28%), makanan ringan (27%), susu bubuk (21%), panganan manis (20%), susu bayi (4%), dan buah-buahan (3%).

Sesuai dengan laporan tahunan Majalah Retail Asia, dua minimarket berjaringan besar pada 2006, menduduki peringkat keenam dan ketujuh dari perolehan omzet tertinggi di Indonesia.

Omzet Indomaret pada 2006 sebesar Rp 3 triliun dan berada diposisi keenam keatas dari segi omzet ritel modern di Indonesia, sedangkan Alfamart mendapatkan total penjualan sebesar Rp 2,8 triliun ada 2006 dan berada di posisi ketujuh. (Bisnis Indonesia,12 Juni 2008, Linda T. Silitonga).