PT Indomarco Prismatama yang memiliki gerai dengan merek Indomaret menargetkan tambahan gerai baru sebanyak 600 buah dari yang ada saat ini mencapai 1.001 gerai (sampai dengan desember 2004). Dari jumlah tersebut dengan pola waralaba (franchise) akan ditingkatkan hingga mencapai 60 persen dari total gerai yang dimiliki.
Tambahan gerai baru berasal dari ekspansi ke Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Demikian ditegaskan oleh Sinarman Jonathan, Presiden Direktur PT Indomarco Prismatama pada acara peresmian gerai ke 1.001 di Klender, Jakarta Timur, Senin (14/12/2004).
“Tahun 2005 kita mencanangkan tambahan 600 toko Indomaret yang baru. Saat ini 50 persennya waralaba, tentu kalau bisa komposisi itu lebih tinggi lagi semisal 60 persen. Secara bertahap kita menuju ke sana,” ujarnya.
Ia menyatakan penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 200 juta jiwa merupakan pasar yang sangat besar bagi sektor ritel di mana Indomaret ikut bermain. Dicontohkannya, negara Jepang dengan penduduk lebih kecil dari Indonesia, ada merek ritel yang memiliki 10.000 buah gerai. Di Indonesia masih jauh lebih sedikit dari jumlah itu.
Prospek Bagus
Untuk menambah jumlah gerai yang ada, Indomaret, kata Sinarman, harus lebih “galak” dalam menjual waralaba Indomaret. Alasannya, tujuan dari PT Indomarco Prismatama adalah lebih banyak franchise, bukan toko sendiri. “Kami punya strategi bisnis bahwa waralaba memiliki prospek bisnis yang jelas. Ini strategi yang kami jalankan terus,” katanya menambahkan.
Sinarman juga menegaskan pihaknya tidak takut dengan pesaing yang juga sangat gencar menawarkan waralaba kepada masyarakat luas. Karena menurutnya, masing-masing memiliki strategi, pangsa pasar sendiri-sendiri termasuk rezeki yang berbeda-beda.
Terkait dengan tambahan gerai baru, ia menyebutkan sebanyak 600 gerai tersebut seluruhnya berasal dari ekspansi Indomaret di pulau Jawa, antara lain dari Jawa Timur, Jawa Barat dan Jabotabek sendiri.
Menyinggung kemungkinan Indomaret melakukan ekspansi ke luar pulau Jawa, dirinya mengaku masih dibicarakan.
“Kami sedang menjajaki kemungkinan itu, tetapi belum bisa memastikan apakah bisa. Mungkin nantinya akan ada yang kita coba, tetapi saat ini konsentrasi masih di pulau Jawa,” papar Sinarman. (Sinar Harapan, 14 Desember 2004
Hal. 4)

