Franchise Indomaret, Telah Memetik Hasilnya !

Bisnis minimarket sudah ditekuni T.I Setyawan sejak tahun 1999. Biar lebih cepat, wanita yang biasa dipanggil Elis, memilih model bisnis waralaba.

Ketersediaan sistem yang telah mapan menjadi alasan utama mengapa ia membeli hak franchise. Elis sadar, perlu waktu yang cukup lama untuk membangun sistem pengelolaan yang baik, jika ia berdiri sendiri. Pilihannya akhirnya jatuh kepada PT Indomarco Prismatama, franchisor untuk Indomaret Minimarket.

Franchise fee yang harus dibayar Elis waktu itu sebesar Rp. 50 juta. Konsekwensi lain, setiap bulan ia harus membayar royalty fee sebesar 4% dari keuntungan yang didapatkan. Menurut Elis tingginya fee yang harus dibayarkannya perbulannya relatif sebanding dengan mutu sistem dari Indomaret yang dapat diaplikasikannya. Sebagai modal awal, wanita dengan core bussines dealer motor ini mengaku menyiapkan dana Rp 350 juta. Pos pengeluaran terdiri dari biaya membeli franchise, membangun lokasi, serta menata toko, sesuai dengan standar baku yang ditetapkan franchisor.

Sistem komputer yang telah on line memudahkan operasional minimarket ini. Daftar barang dan jumlah per hari secara lengkap terekam pula dikantor pusat sehingga barang yang harus dipasok keesokan harinya telah dapat diketahui. Pihak pusat akan langsung mengirim barang yang dibutuhkan, pagi-pagi. Wanita energik ini mengatakan, tanpa sistem yang rapi tak terbayangkan bagaimana sibuknya menata 2400 item barang yang dijual. Omset perbulan minimarket Elis mencapai Rp 300 juta. Dari total itu 1,5% adalah keuntungan bersih yang siap masuk kekantongnya. Merasa lebih mudah menjalankan bisnis semacam ini, Elis makin bersemangat. Tidak mengherankan saat ini dia telah mengibarkan tiga minimarket berbendera Indomaret. (Majalah Pengusaha, Oktober 2003)